Karena Doa ini Menghilangkan Ego

 Mendoakan orang lain, adalah wujud perhatian yang besar kepada orang lain. Sikap empati, peduli, itulah yang memang dianjurkan oleh Islam. Maka, mendoakan orang lain, otomatis kian menghilangkan atau menimalisir rasa keakuan, menyingkirkan rasa ego dalam diri. Seseorang yang kerap mendoakan orang lain, adalah orang yang lebih dekat dengan kenyataan hidup dan sadar akan segala keterbatasan. Lebih merasakan kesyukuran yang lebih dalam kondisi yang dialami, karena melihat ada kondisi-kondisi yang lebih berat di ruang kehidupan yang lain.

Dari shahabiyah Ummu Darda, bahwa Rasulullah saw. bersabda yang artinya: “Doa seorang Muslim kepada saudaranya secara rahasia dan tanpa diketahui adalah doa yang sangat dikabulkan. Disisinya ada seorang malaikat yang ditunjuk Allah. Setiap kali ia berdoa untuk saudaranya dengan kebaikan, maka malaikat tersebut berkata (kepadanya):” Ya Allah, kabulkanlah, dan (semoga) bagimu juga (mendapatkan balasan) yang sepadan “, (HR. Muslim).

Seorang hamba yang mendoakan orang lain dimana orang yang didoakan tidak mengetahuinya, menunjukkan bahwa dia berdoa dengan ikhlas dan tulus. Dengan keikhlasan dan ketulusan inlah maka malaikat turut mendoakan kembali kepada si pendoa itu. Bukankah suatu keberuntungan yang sangat besar? Keberuntungan karena telah didoakan oleh makhluk Allah yang suci yaitu malaikat.

Al-Quran telah mengajarkan kita untuk berdoa, bukan hanya untuk kepentingan diri sendiri, bahkan untuk orang-orang yang telah mendahului kita. “Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (QS. AL-Hasyr: 10)

Ke-egoan hadir karena ada titik kesombongan dalam dada kita. Rasa sombong inilah yang membuat kita enggan untuk berdoa, baik untuk diri sendiri atau bahkan untuk orang lain.

Doa adalah salah satu penghancur ke-egoan seorang hamba, merasakan lemah dan kecil di hadapan Allah. Memberikan bukti penghambaan yang sesungguhnya. Apapun yang kita rasakan terhadap orang lain hadiahkan selalu doa untuk mereka. Hadirkan wajah-wajah mereka dalam setiap doa-doa kita. Mencoba ikut merasakan beban mereka dan mintalah kekuatan untuk mereka. Setiap air mata ketulusan akan memberikan cahaya untuk kita dan saudara kita.

Maka, jadilah mata air doa untuk untuk orang lain. Ingat selalu, boleh jadi, kebaikan yang kita alami hari ini, saat ini, detik ini, adalah bagian dari munajat seseorang yang kita tidak tahu.

“Ya Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul atas dasar kecintaan pada-Mu, bersua atas dasar ketaatan pada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru (di jalan)-Mu, dan berjanji setia untuk membela syariat-Mu, maka kuatkanlah ikatan pertaliannya, ya Alloh, abadikanlah kasih sayangnya, tunjukkanlah jalan-jalannya, dan penuhilah ia dengan cahaya-Mu Yang tidak pernah redup, lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakal kepada-Mu, hidupkanlah ia dengan pengenalan pada-Mu, dan matikanlah ia dalam keadaan syahid di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Ya Alloh kabulkanlah.” (Doa Rabithah)

Mudah-mudahan kita dijadikan hamba yang hati-Nya selalu dekat dengan Alloh, aamiin.

Iklan

Tentang triananurhandayani

motherhood
Pos ini dipublikasikan di isla dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s