Fenomena Paperless…

Gambar

“Akan ada satu saat di depan dunia kita ini mengalami Fenomena Paperless” kata Pak Cah saat beliau mengisi forum untuk para penulis dan calon penulis di Klaten. Memang benar banyak sekarang sekolah-sekolah sudah mulai meninggalkan buku tulis dan buku diktat yang tebal-tebal.. untuk dikatakan modern mereka beralih ke ebook dan netbook untuk para guru dan muridnya.

Ada juga kantor-kantor yang lebih merasa nyaman dan efisien dengan melakukan rapat online atau dengan presentasi LCD, tanpa kertas selembarpun. Setiap karyawannya diharuskan mempunyai BB atau alat sejenisnya untuk memudahkan penyebaran infi dan kerja-kerja mereka.

Dunia akan merasa tidak butuh dengan keberadaan kertas, menangislah kertas… tapi bagi saya ada bagusnya juga banyak pohon bahan dasar pembuat kertas akan aman alias tidak akan dibabat habis untuk pembuatan kertas.

Banyak karyawan bengkel yang akan nganggur mungkin, karena bengkelnya gulung tikar. Mobil-mobil yang masuk reparasi semuanya sudah sistem komputerisasi… semuanya tinggal ‘KLIK’ maka segala kerusakan akan segera diselesaikan dengan mudah.

Namun ada sedikit kewaspadaan jika memang dunia melimpah Netizennya, yaitu masyarakat yang sudah melek Net. Menggunakan area canggih ini untuk melakukan segala aktivitasnya.

Sebagai ibu ada sedikit kekhawatiran juga mengingat tumbuh kembangnya anak juga sedikit tidaknya melibatkan ketersediaan kertas. Contohnya saat kita mengajarkan kreativitas anak untuk melatih otot-otot jarinya dengan Origami, sudah pasti butuh kertas kan? Bahkan ada pernyataan Para terapis bahwa menggunakan kedua tangan untuk membuat origami selain membantu mengembangkan kemampuan motorik anak, juga memberi pengaruh positif pada memori, proses imajinasi, perhatian, dan meningkatkan harga diri. Seorang anak, setelah beberapa saat berkutat dengan selembar kertas, berhasil menciptakan seekor bangau, rasa bangga karena pencapaian yang dirasakannya akan meningkatkan percaya dirinya. Origami juga baik untuk membantu menghilangkan stress dan kecemasan.

Mewarnai, siapa sih tidak suka dengan mewarnai? Saya yakin semua suka, entah mewarnai gambar atau tembok rumah kita.. 🙂 bagi saya mewarnai di atas kertas selain dapat mengembangkan kreativitas, aktivitas corat-coret juga bisa membantu dan melatih perkembangan motorik halus anak yang dibutuhkan nanti untuk menggambar, menulis dan sebagainya. Jadi, dengan seringnya anak melakukan aktivitas corat-coret, caranya memegang alat tulis akan semakin baik. Selain itu, aktivitas corat-coret juga dapat menjadi media untuk mengekpresikan dirinya, baik pikiran maupun perasaan. 

Please, dong jangan biarkan dunia ini tanpa kertas ya.. tapi jangan banyak-banyak juga biar pohon-pohon lebih lama menancapkan akarnya di muka bumi kita. 🙂

 

 

 

Tentang triananurhandayani

motherhood
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s