Sebait Doaku Untuk Ibu

ufuk2(buletindarulilmy.blogspot)Bulan Desember. Ada satu hari yang selalu jadi peringatan, walaupun sebenarnya saya merasa kok cuma satu hari? Padahal setiap hari ia selalu menyertakan kita dalam hatinya….

HARI IBU

Begitu mereka memberikan penghargaan kepada sosok satu ini. Akan banyak cerita dari mereka tentang sosok Ibu.. Mereka membuat hari itu special untuk para ibu. Tapi tahukah mereka dimana posisi kita dalam hati seorang ibu?

Sederhana, bahkan sangat sederhana jika kutuliskan sosok Ibuku.. Beliau hanyalah perempuan kebanyakan, yang mengerjakan pekerjaan2 domestik dan sosialisasi sewajarnya. Namun ada satu kebanggaan yang ingin saya bagi tentang Ibu saya ini.

Beliau lahir dalam keadaan yang tidak berlebihan, namun dia memiliki Bapak yang sangat religius. Bapak yang tidak pernah absen untuk mengumandangkan Adzan Subuh setiap hari semasa hidupnya. Tidak pernah absent. Itulah Simbahku…

Pesan yang tidak pernah aku lupakan adalah saat beliau menghantar Simbah ke peristirahatan terakhirnya. “Lihatlah Simbah, Simbah tidak kaya, tidak punya jabatan dan bukan dari keturunan ningrat. Tapi lihat banyak sekali yang menghantarkan beliau ke peristirahatan terakhir. Nah, jadilah orang yang tidak perlu banyak di kenal orang namun karenamu mereka merasakan kemanfaatan”. Saat itu aku hanya mengangguk saja, tidak begitu faham dengan ucapan beliau karena usiaku baru 10 tahun waktu itu.

Kini, apa yang menjadi pesan Ibuku itu aku lihat juga dari beliau. Beliau sederhana bahkan sangat sederhana namun karena kesabaran dan keuletannya banyak orang yang kini selalu datang padanya. Hanya untuk bercerita mengeluarkan uneg2 mereka, apa yang Ibu lakukan? Beliau hanya diam dan mendengarkan saja yang kemudian beliau memberikan sedikit nasihat. Hanya itu.

Tapi mengapa selalu saja banyak orang yang dateng kepada beliau? Toh tidak banyak uang yang materi yang beliau miliki? Bukan juga seorang yang sangat terpelajar. Beliau sangat sederhana bahkan sangat sederhana. Tapi bagiku… Engkau sangat Istimewa…

Untuk Para Ibu terimalah permohonan kami anak2mu… “Maafkanlah kami, Bu. Mungkin kami tidak bisa membalas semua yang telah engkaku curahkan kepada kami. Bahkan kami cenderung memikirkan kami sendiri. Terus bisikkan nama kami dalam setiap doamu karena doamulah Allah memberikan yang terbaik bagi kami. Semoga Allah senantiasa melimpahkan nikmat dan memberikan kekuatan bagimu dalam jalan2 kehidupanmu”. Aamiin

 

 

Tentang triananurhandayani

motherhood
Pos ini dipublikasikan di bunda dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s