Again: Rahasia Mencetak Anak Berjiwa Enterpreneur

Setelah banyak buka-buka, membaca dan menganalisis, saya bisa menyimpulkan bahwa jiwa Enterpreneur dalam setiap individu haruslah tetap di bentuk. Entah bentukan dari disiplin ilmu atau karena keterbiasaan lingkungan. Bahkan jiwa ‘E’ ini tidak bisa tumbuh dalam diri seorang anak yang orang tuanya adalah seorang pengusaha besar, tanpa pembiasaan dan penanaman karakter dalam jiwa anak. Sebaliknya jiwa ‘E’ akan tumbuh dengan subur darri seorang anak buruh yang terbiasa ikut Ayahnya menjadi penjaja kakilima. Dari sebuah cerita, anak penjual kakilima ini ketika dewasa mampu mendirikan toko kelontong dengan memanfaatkan pengalamannya bersama sang Ayah dalam urusan perdagangan. Siapa sangka?

Nah, bunda berikut hasil belajar saya tentang bagaimana mencoba untuk menanamkan dan membesarkan anak berjiwa Enterpreneur.

1.)     Setiap anak punya Keberanian

Sifat malu bukanlah dalih yang baik digunakan untuk anak enggan bersosialisasi. Jika anak bisa berekspresi di dalam rumahnya, mengapa merreka harus malu jika telah bertemu dengan banyak orang? Memang ada sebagian anak yang seperti ini, nah tugas Bunda adalah membangun komunikasi dengan baik terhadap si Anak.

Contoh: “Nak, ayo salim sama Tante itu!” atau “Nak, ada Nenek-nenek duduk di sana. Disapa yok!” atau apa saja yang bisa membuat anak mampu berinteraksi dengan orang lain karena keberanian menghadapi orang lain ini menjadi modal yang sangat penting. Namun, Bunda juga harus punya ‘kontrol’ Keberanian seperti apa yang harus kita tanamkan kepada anak-anak kita. (sesuai dengan prinsip agama)

2.)     Membuat kamar yang inspirasional

Kamar di sini dapat berarti dua hal:

Pertama, kamar dalam artian fisik. Secara fisik kamar anak memberikan peran secara tidak langsung terhadap pemikiran anak. Kamar sumpek, berantakan, cat yang kusam serta aksesoris kamar yang tidak bagus sangat mempengaruhi sikap anak. Anak akan cenderung bersikap seenaknya, tidak ceria, gampang marah dan suka susah untuk diarahkan. Sebaliknya jika kamarnya didesain dengan apik, rapi warna cat yang ceria, penataan perabot dan aksesoris yang bagus serta poster-poster motivasi yang menyemangati bisa membangkitkan semangat anak. [senyum] jadi ingat dengan anak saya, di depan pintu kamar saya pasang tulisan “Dokter Eliya yang Sukses”, sekarang jika ditanya oleh siapapun jawabannya “Eliya mau jadi Dokter Anak yang sukses” [dengan bahasa cadelnya]. Suka tidak suka anak-anak pasti melihat dan menyimpan memori dalam dirinya dari poster atau tulisan yang dia lihat. Hal inilah yang biasanya si anak akan termotivasi untuk menuliskan atau menempel sesuatu yang ingin ia raih.

Kedua, kamar dalam artian ruang kreatifitas. Kreatifitas tersendiri tanpa ada paksaan dari orang lain. Pembiasaan kepada anak untuk bisa menyelesaikan permasalahannya sendiri atau membebaskan anak dalam memilih pilihan yang dianggapnya baik [dalam hal ini kamarnya mesti kita tengok sekali-kali, apakah pilihannya sesuai dengan prinsip agama kita]. Jadi anak akan merasa mempunyai tanggung jawab terhadap apa yang keputusan ia pilih, yang ia tentukan dan ia ambil. Bekal tanggung jawab inilah yang sangat penting dalam dunia Enterpreneur.

3.)     Mengenalkan Uang pada anak

Mengenalkan uang disini tidak hanya mengenalkan nominal, jenis dan bentuk uang saja tetapi juga manfaat dan kegunaannya. Melatih anak dalam mengelola uangnya sendiri dapat melatih anak independen dan mandiri. Bunda mengawali dengan melatih anak memberikan uang dari harian, mingguan, atau bahkan bulanan. Anak diberi tanggungjawab mengelola uangnya sampai waktu yang ditentukan tadi [jadi anak tidak boleh minta kepada orang tua jika uang telah habis sebelum waktu yang ditentukan]. Pembelajaran ini akan melatih anak berfikir dan bertanggungjawab mengelola uangnya. Dalam dunia Enterpreneur hal inilah menjadi kunci suksesnya.

4.)     Menyiapkan mental bahwa kegagalan adalah hal yang wajar

Banyak sekali orang sukses kemudian hilang kendali bahkan stres yang berkepanjangan saat bisnisnya jatuh bahkan hancur. Maka pentingnya point ini adalah trik bagaimana anak kedepannya siap mental terhadap segala kemungkinan yang terjadi.

Contohnya: jika anak mendapatkan nilai ulangan yang jelek, jangan serta merta Bunda memberikan penilaian yang buruk. Justeru yang harus Bunda lakukan adalah menghiburnya “nak, hari ini nilai ulanganmu jelek. Ini bagus, supaya kamu tahu bahwa sampai di sinilah kemampuanmu. Jika kamu ingin nilai yang lebih bagus lagi yok, tambah lagi pemahaman pelajarannya, yok tambah lagi waktu belajarnya…” dan sebagainya. Bunda akan lebih nyaman jika itu disampaikan saat anak sedang dalam kesedihannya.

Di sinilah peran penting penanaman mental agar anak tidak minder dan sedih yang berkepanjangan yang nantinya akan menjadi karakter sampai ia dewasa. Sangat fatal jika terjadi karena seorang Enterpreneur hanya mengenal orang-orang yang bermental baja..\

Wallahu’alam bishowab.

(Tnh. 301012)

Tentang triananurhandayani

motherhood
Pos ini dipublikasikan di bunda dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

6 Balasan ke Again: Rahasia Mencetak Anak Berjiwa Enterpreneur

  1. Artikel yg memiliki edukasi…..terus berbagi Sob..

  2. Jiwa entrepruner tsb memang harus ditanamkan sejak dini..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s